"Kami menyiapkan beasiswa untuk teman-teman Pramuka yang hebat-hebat ini, tidak hanya S1, tapi S2 dan S3. Agar pembina-pembina ini bisa memberikan ilmunya pada adik-adiknya, dan pada gilirannya mampu mewarnai mimpi kita bersama menuju Indonesia Emas 2045," tegas Prof Nurhasan.
Soal kuota penerima beasiswa, Prof Nurhasan menyebut pihaknya sangat terbuka menyesuaikan kebutuhan Kwarda Jatim. Sebab, Unesa menyediakan total kuota 7.000 kursi setiap tahunnya untuk berbagai jalur prestasi, termasuk kepemimpinan, keagamaan, hingga golden ticket bagi figur berprestasi di bidang digital dan AI.
"Negara kita besar. Unesa ini seperti pemantik, harapannya perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia juga ikut membuka jalur kepramukaan seperti di Unesa," pungkasnya.