Ahmad menjelaskan pengolahan sampah plastik lewat unit pirolisis berpotensi menghemat biaya-biaya untuk menyalurkan tabung gas, misalnya biaya transportasi dan juga subsidi.
"Tapi kalau sampah-sampah plastik itu bisa diolah menjadi minyak pirolisis dan digunakan untuk bahan bakar dapur itu sangat efektif sekali. Negara tidak perlu mensubsidi banyak.
Jadi itu salah satu yang akan KKP kembangkan," kata Ahmad.
Salah satu Taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Niha Lisdiana mengungkapkan harapannya untuk program Laut SEBASAH tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi program berkelanjutan.
"Tentunya dengan program Laut SEBASAH ini, kami harap program ini dapat berkelanjutan, dan anak-anak muda lebih sadar mengenai kehidupan dan tentang laut yang ada di Indonesia. Jadi ini tidak berhenti di hari ini saja, tapi tetap berkelanjutan, dan generasi muda dapat merasakan manfaatnya ke depan," ungkap Niha.