NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya menggelar deklarasi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat. Deklarasi diharapkan menjadikan generasi muda yang positif demi kemajuan bangsa.

Deklarasi digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (29/10) pagi dengan mengusung tema 'Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia'.

Kegiatan diikuti oleh 100 mahasiswa, dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan hingga publik figur. Para peserta yang hadir bersama membacakan deklarasi. Berikut bunyi deklarasi tersebut:

- Kami adalah putera dan puteri Indonesia, yang lahir dari tanah air yang sama menjunjung tinggi persaudaraan serta menempatkan persatuan bangsa di atas segala perbedaan

- Kami berkomitmen untuk saling menghormati saling memahami dan membangun kepercayaan dengan menjadikan dialog sebagai jalan menyelesaikan perbedaan dan perselisihan

- Kami bertekad menjadi bagian dari solusi bangsa menjaga kedamaian memperjuangkan keadilan serta bersama-sama mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih baik

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan agenda ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara mahasiswa, masyarakat, dan jajaran aparat pengamanan.

"Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," kata Budi kepada wartawan.

Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat anak muda yang hadir. Dia berharap ikrar yang diucapkan para mahasiswa dapat tertanam kuat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Inilah Indonesia," kata Rafi.

"Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian," imbuhnya.