Di luar perjalanan harian, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel juga semakin beragam. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Whoosh melayani 4.078.168 pelanggan, meningkat 0,68 persen dibandingkan 4.050.791 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.
KAI Bandara mencatat 4.647.947 pelanggan, meningkat 0,19 persen dibandingkan 4.639.062 pelanggan. Di Sumatra Selatan, LRT Sumsel melayani 2.965.997 pelanggan, sedangkan KA Makassar–Parepare melayani 231.764 pelanggan atau tumbuh 13,13 persen dibandingkan 204.856 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, layanan yang dikelola KAI Wisata mencatat 216.980 pelanggan, meningkat 49,09 persen dibandingkan 145.537 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2025. KAI
“Setiap layanan memiliki karakter pelanggan yang berbeda. Perjalanan commuter membutuhkan frekuensi dan ketepatan waktu, kereta antarkota memberi pilihan perjalanan antardaerah, sementara kereta wisata menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih personal. Kami ingin pengembangan layanan KAI Group semakin sesuai dengan kebutuhan tersebut,” jelas Anne.
Perubahan kebutuhan pelanggan juga mendorong KAI menghadirkan pilihan perjalanan dengan karakter yang lebih spesifik. Salah satunya melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang telah melayani 182.208 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 181.900 pelanggan K3 Kerakyatan dan 308 pelanggan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh pada relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut.
Sementara itu, di wilayah Banten, Kereta Petani dan Pedagang pada lintas Merak–Rangkasbitung telah melayani 43.780 pelanggan sejak beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026, dengan tarif Rp3.000 untuk sekali perjalanan. Layanan ini mendukung mobilitas masyarakat untuk bekerja, berdagang, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Perubahan cara masyarakat bepergian juga terlihat dari pemanfaatan teknologi digital. Jika dahulu pelanggan datang ke loket stasiun untuk memperoleh informasi dan membeli tiket, kini berbagai kebutuhan perjalanan dapat dikelola melalui Access by KAI.
Sepanjang Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi penjualan tiket KA Utama dan KA Lokal, setara 76,34 persen dari total 22.281.645 transaksi melalui seluruh kanal penjualan.