"Adik Demerina ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan," ungkap Yusuf.

Yusuf menyebut kedua korban bertahan selama sekitar 20 hari dalam kondisi yang sangat berat di hutan. Kedua korban disebut tidak makan dan minum selama pelariannya sehingga kondisi kesehatannya sangat menurun sebelum ditemukan warga.

"Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Demerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah. Kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat," jelasnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi untuk mempersiapkan proses evakuasi. Upaya penjemputan sempat terkendala kondisi cuaca buruk sehingga helikopter tidak dapat mencapai lokasi.

"Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana," beber Yusuf.

Yusuf mengungkapkan kondisi cuaca pada Senin (14/9) pagi dinilai memungkinkan sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan. Tim yang terdiri dari personel Satgas Damai Cartenz, tokoh masyarakat, dan kepala kampung kemudian melakukan penjemputan terhadap Demerina.

"Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi," katanya.