NADIKABAR.COM — Keheningan dan hembusan angin yang sejuk memeluk kawasan kaki Gunung Pasir Oray, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, sebelum mentari menampakan diri. Sebagian warga di Kaki Gunung Pasir Oray masih tersendara di ranjangnya larut dalam mimpi, sebagian lainnya telah terbangun, bersantai, hingga bersiap memanen cuan.
Suasana indah itu berubah mencekam kala tanggul irigasi Sungai Terusan Leuwi Kuya mengalami jebol di Kampung Bojongloa Pojok, Rabu (9/9/2026). Jebolnya tanggul membuat aliran sungai dan tanah bergeser menimpa rumah warga.
Salah satu yang menjadi korban adalah Ruhiyat Hidayat (44), bersama istri dan kedua anaknya. Kala itu keluarganya masih dalam keadaan tertidur. Gemuruh datang menyambar menghantam telingan Ruhiyat.
"Kejadiannya jam 4 subuh. Saya kondisi lagi tidur, terus terbangun karena ada suara gemuruh. Kirain saya angin, pas buka gorden lihat ke luar, langsung ambruk, bruk-bruk. Langsung ada tembok nimpa sini (badan) semua sama anak, istri, tertimbun," ujar Ruhiyat, saat ditemui di lokasi.
Menurutnya air dan tanah datang dengan cepat memasuki kediamannya. Yang ada dalam pikirannya saat itu bagaimana bisa menyelamatkan istri dan kedua anaknya.
"Saya cuman mikirin nyelametin anak istri aja, sama diri. Kirain mau meninggal semua di kamar tertimbun," katanya.
Ruhiyat menjelaskan bagaimana perjuangan di dalam rumah untuk bisa keluar. Pasalnya kondisi di dalam rumah dirinya tertimbun tanah hingga bagian dada dan berusaha keluar dari timbunan tersebut.