NADIKABAR.COM — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa rangkaian erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama 25 jam telah berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Meski fase erupsi panjang tersebut usai, tingkat aktivitas gunung api di Selat Sunda ini masih ditetapkan pada Level III atau Siaga.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan kondisi meteorologi dan visual di sekitar kawasan tersebut dalam kurun waktu dua hari terakhir.
"Selama periode 6-7 September 2026, gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut, dengan suhu udara sekitar 26°C-31°C," kata Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan pantauan visual dan kamera pengawas (CCTV), Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan aktivitas erupsi tipe strombolian. Kolom abu teramati berwarna hitam, namun ketinggian pastinya tidak dapat terdeteksi secara visual.
Data kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif namun intens.
"Aktivitas kegempaan yang terekam selama periode 6-7 September 2026 meliputi, 3 kali gempa Erupsi, 9 kali gempa Hembusan, 93 kali gempa Low Frequency, 98 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 4 kali gempa Tremor Menerus dan 1 kali gempa Vulkanik Dangkal," ungkapnya.