PGN saat ini melayani kebutuhan gas bumi untuk berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, komersial, industri, pembangkit listrik hingga transportasi darat.
Penyaluran dilakukan melalui jaringan pipa gas bumi serta pemanfaatan teknologi compressed natural gas (CNG) dan liquefied natural gas (LNG) untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa.
Dalam memperkuat konektivitas infrastruktur gas bumi, PGN juga mengoptimalkan pemanfaatan pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem), FSRU, LNG hub, serta pengembangan infrastruktur LNG lainnya.
Penguatan konektivitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pasokan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas bumi yang telah tersedia.
Sejalan dengan itu, PGN mulai mempersiapkan infrastruktur agar semakin adaptif terhadap perkembangan sumber energi masa depan.
Salah satunya melalui pengembangan injection point yang dapat mendukung penyaluran gas dari sumber energi alternatif seperti coal bed methane (CBM) dan biomethane di Sumatera Selatan.
"Transformasi energi membutuhkan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan adaptif. Karena itu, PGN tidak hanya memperkuat infrastruktur yang ada, tetapi juga mempersiapkannya agar dapat mengakomodasi sumber energi yang semakin beragam. Langkah ini penting untuk memperkuat fleksibilitas pasokan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang," jelas Arief.
Transformasi tersebut juga didukung digitalisasi dalam pengelolaan infrastruktur gas bumi.