NADIKABAR.COM — Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) membahas penguatan konektivitas jalan yang menghubungkan wilayah Provinsi Papua Selatan dengan kawasan perbatasan Papua Nugini (PNG) melalui koridor Merauke-Yetetkun-Butmabin.
Pembahasan tersebut mencakup pemetaan kondisi infrastruktur, kebutuhan konektivitas, serta dukungan sarana transportasi yang diperlukan untuk menunjang pelayanan masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan. Pembahasan tersebut dilakukan di Kantor Gubernur Papua Selatan, Senin (21/9).
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin mengatakan konektivitas Merauke-Yetetkun-Butmabin penting untuk menghubungkan kawasan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Menurutnya, konektivitas tersebut juga dapat menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
"Konektivitas koridor ini perlu dilihat sebagai bagian dari sistem konektivitas kawasan perbatasan. Karena itu, pembahasannya tidak hanya mengenai pembangunan ruas jalan, tetapi juga keterhubungannya dengan pelayanan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan simpul lintas batas," ujar Nurdin dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Nurdin menyebut forum tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, selaku Kepala BNPP RI untuk memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Papua Nugini, khususnya dalam bidang infrastruktur dan konektivitas lintas batas.
Pembahasan difokuskan pada sejumlah aspek teknis, mulai dari kondisi dan kualitas jalan, keterhubungan antarkawasan, akses menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, hingga kondisi jembatan dan bangunan pelengkap jalan. Selain itu, turut dibahas hambatan fisik dan geografis serta kebutuhan peningkatan kapasitas jalan.