Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia lahir dari kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust dan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya guna memperluas akses pengetahuan serta merawat budaya membaca masyarakat.

Secara teknis, fasilitas ini mengintegrasikan teknologi Senayan Library Management System (SLiMS) dan Online Public Access Catalog (OPAC). Demi menjaga kelestarian koleksi, kapasitas kunjungan dibatasi maksimal 20 orang per jam melalui registrasi daring. Publik juga dapat memanfaatkan fasilitas ruang layanan informasi, ruang rapat, dan loker penitipan barang.

Fadli Zon berharap integrasi perpustakaan dan museum ini mampu memperkokoh peran MNI dalam mengelola warisan sejarah sekaligus menggerakkan ekonomi budaya berkelanjutan.