NADIKABAR.COM β Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperluas akses layanan kesehatan hingga ke desa lewat integrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Melalui kolaborasi kedua program ini, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh layanan dokter spesialis tanpa harus datang ke rumah sakit. Para dokter spesialis pun akan memberikan pelayanan secara langsung, termasuk pemeriksaan TBC, kesehatan anak, kesehatan jiwa, hingga berbagai penyakit lainnya.
"Dokter itu turun ke bawah untuk mengobati masyarakat di desa. Para warga (dapat pelayanan kesehatan) gratis," kata Luthfi di sela kegiatan Immunity Run & Walk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kota Semarang, Sabtu (7/11).
Melalui deteksi dini, lanjut dia, risiko kesehatan ibu hamil maupun indikasi TBC dapat diidentifikasi lebih cepat. Jika ditemukan dugaan TBC, petugas kesehatan akan segera melakukan penelusuran kontak atau tracing dan pengobatan melalui puskesmas, dengan pengawasan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatatkan, hingga 31 Oktober 2026 sebanyak 20,84 juta warga telah terjangkau program CKG.
Sementara itu, hingga 2 November 2026, program Speling telah dilaksanakan 1.857 kali di 1.603 desa dan kelurahan, dengan menyasar 133.132 orang.
Luthfi juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri beraktivitas fisik sebagai upaya mencegah penyakit. Salah satunya, seperti lewat ajang Fun Run dan Fun Walk.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menyampaikan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Jateng turun hampir 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan tersebut berkat penguatan program CKG yang dipadukan dengan Speling, sehingga penyakit atau kondisi berisiko pada ibu hamil dapat ditangani lebih awal.
Adapun peringatan HKN ke-62 ini beragendakan beragam pelayanan kesehatan lintas sektor, mulai dari pemeriksaan penyakit dalam, deteksi dini kanker hati dan hepatitis, kesehatan paru, pemeriksaan mata, hingga edukasi pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan.
"Kita ada kegiatan yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat, sesuai dengan tema HKN pada tahun ini, yaitu Sehat untuk Semua," kata Zulfachmi.