Karena itu, ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi pangan bukan hanya berkaitan dengan sektor pangan. Ketiganya juga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Nixon memastikan, BTN ingin ikut memperkuat ekosistem strategis tersebut agar semakin efficient, connected, dan scalable. Kerja sama dengan ID FOOD pun tidak lagi diarahkan hanya pada penyediaan kredit.
"Financing is only the beginning. BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis ID FOOD. Peran tersebut mencakup layanan collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction. Termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID FOOD," terang Nixon.
Salah satu potensi yang tengah dilirik adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem.
"BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen," ungkapnya
Keterhubungan tersebut bukan hanya menyangkut nilai transaksi. Namun juga upaya membangun rantai distribusi pangan yang semakin terintegrasi. Sehingga, semakin efisien, inklusif, dan terhubung.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, perluasan kerja sama dengan BTN menjadi landasan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan transaksi di lingkungan ID FOOD Group.
"Langkah ini menandai kelanjutan kolaborasi ID FOOD dan BTN, sekaligus memperluas ruang kerja sama yang sebelumnya telah berjalan pada sejumlah aktivitas bisnis pangan," ujarnya.