"Selain dari itu (MBG), juga banyak sebenarnya yang lain nih. E-commerce yang tumbuh, usaha logistik itu juga banyak berpengaruh. Jadi tidak hanya dari program pemerintah, tapi juga ada customer-customer yang lain," tutur Budi.

​Ia menjelaskan, untuk kebutuhan operasional program MBG dan sektor komersial secara umum, jenis kendaraan yang diminati bervariasi tergantung pada kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.

Pembelian kendaraan mencakup berbagai tipe mulai dari Grand Max varian tertentu seperti Luxio hingga penggerak 4x4, sementara untuk segmen kendaraan blind van banyak diserap oleh fleet user atau perusahaan logistik skala besar.

"Untuk MBG di Grand Max Series, mungkin dari total tempat kita kurang lebih 20 persen. Masing-masing area beda. Jadi Jawa, non-Jawa berbeda, masing-masing provinsi berbeda. Karena sesuai kebutuhan juga dari jumlah titik MBG," tutur Budi.