"Saya telpon, le (nak) bapak di Jakarta ini. Tak parani ya le wong dekat dari Halim (Saya kunjungi ya nak kan dekat Halim). Saya temui dan minta foto terakhir itu," ungkap Toni.

Saat itu, Toni sama sekali tak menyangka permintaan foto tersebut akan menjadi kenangan terakhirnya bersama sang anak. Terlebih, Serda Ahmad disebut selalu rutin menghubungi keluarga setiap hari meski hanya sebentar.

Namun, pada hari terjadinya insiden yang kemudian membuat Serda Ahmad meninggal dunia, tidak ada telepon dari almarhum kepada keluarga.

"Setiap hari biasanya telpon dengan saya dengan ibunya gantian. Kemarin tidak menghubungi sama sekali saya sempat kantor juga," papar Toni.

Toni yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun itu tidak menyangka pertemuan tersebut menjadi kali terakhir dirinya bertemu dengan anaknya.