NADIKABAR.COM — Ancaman kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik atau korsleting menghantui warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dalam beberapa waktu terakhir, rentetan musibah kebakaran permukiman terus berulang dengan pemicu yang sama yakni hubungan pendek arus listrik.

Catatan NadiKabar, peristiwa memilukan melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, pada Sabtu (25/7/2026). Keterangan pihak terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan kobaran api bermula dari hubungan pendek arus listrik di area MCK umum.

Struktur bangunan berbahan kayu dan ijuk kering membuat api melalap puluhan rumah adat serta lumbung padi dalam hitungan jam. Ratusan warga terpaksa mengungsi. Bencana ini bahkan menyita perhatian nasional hingga Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bersama jajaran pejabat turun langsung meninjau puing-puing perkampungan adat tersebut.

Kekhawatiran publik kian beralasan manakala petaka serupa terulang tak lama berselang. Pada Senin (7/9/2026), kediaman Sekretaris Desa (Sekdes) Sirnaresmi ludes terbakar dan merembet ke hunian tetangga akibat korsleting.

Selang dua hari kemudian, Rabu malam (9/9/2026), giliran Kampung Cigadog di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, yang membara hingga meratakan tujuh rumah warga dengan tanah.

Kerapnya bencana kebakaran yang dipicu masalah kelistrikan ini mengarahkan sorotan publik ke pihak penyedia setrum. Lantas, bagaimana peran dan respons dari PLN?