Ia terpaksa harus bekerja full time di toko ritel Alfamart. Hal itu ia lakukan demi mengumpulkan modal agar bisa melanjutkan studinya di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
"Bagi saya, keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang, melainkan ruang belajar yang membentuk saya menjadi pribadi yang lebih tangguh. Gelar ini adalah representasi dari setiap pekerjaan yang saya jalani sambil kuliah dan setiap malam ketika saya harus memilih tim redaksi istirahat atau terus berjuang," ungkap Yuda.
Setelah melanjutkan kembali kuliah, ternyata Yuda masih tetap harus mencari cara untuk membiayai kuliah. Ia akhirnya bekerja paruh waktu seperti jadi instruktur Pramuka di SDN Wonosari 03 selama 2,5 tahun, barista kedai kopi, tentor bimbel di Yayasan Binterbusih, kurir antar-jemput, hingga membersihkan rumah dosen.
Melihat kegigihan mahasiswanya, Syaiful Bakhri selaku dosen memberinya bantu beasiswa UKT selama empat semester. Yuda bersyukur ada sosok yang peduli terhadapnya.