Kemudian, 2 judul terkait pendidikan bahasa dan budaya China; serta 10 judul mengenai pendidikan vokasi, teknis, dan terapan. Komposisi tersebut menunjukkan keragaman subjek koleksi yang akan tersedia bagi pemustaka.
Menurut Aminudin, perpustakaan merupakan ruang perjumpaan pengetahuan. Melalui perpustakaan, masyarakat dapat mengenal pemikiran, kebudayaan, sejarah, dan perkembangan bangsa lain tanpa dibatasi jarak geografis. Kehadiran koleksi tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk memperoleh sumber informasi mengenai China secara lebih luas.
"Buku memungkinkan sebuah bangsa bercerita tentang dirinya, dan perpustakaan menyediakan ruang agar cerita itu dapat dibaca, dipelajari, dan dipahami oleh bangsa lain," ujarnya.
Koleksi yang diterima selanjutnya akan dikelola sesuai dengan ketentuan dan tata kelola koleksi Perpusnas sehingga dapat dimanfaatkan oleh pembaca, mahasiswa, peneliti, akademisi, dan masyarakat luas.