NADIKABAR.COM — Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E. Aminudin Aziz menyebut pentingnya memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam upaya pelestarian naskah kuno Nusantara sebagai penguatan memori kolektif bangsa.

"Selama ini Perpusnas terus berupaya memanfaatkan AI dalam pelestarian naskah. Salah satu staf kami yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengembangkan algoritma untuk mendeteksi tingkat atau jenis kerusakan pada naskah," katanya dalam taklimat media tentang merawat ingatan kolektif bangsa di Jakarta, Senin.

Aminudin mengemukakan pengembangan aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu membedakan penyebab kerusakan, misalnya akibat serangga, kelembapan atau jamur, sekaligus membantu menentukan tindakan penanganannya. Selain itu, pemanfaatan AI dinilai dapat membantu mengurangi subjektivitas dalam menentukan tingkat kerusakan naskah.