NADIKABAR.COM — Sejumlah warga memanfaatkan momentum meraup cuan di tengah antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pertalite eceran sampai dijual dekat SPBU dengan harga Rp 25 ribu ukuran 1,5 liter.
Pantauan NadiKabar di lokasi, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, seorang warga menjual Pertalite di tepi jalan tidak jauh dari SPBU Pertamina 74.902.78 Jalan AP Pettarani Makassar. Pedagang menjajakan BBM tersebut dalam wadah botol mineral kemasan.
Tampak sejumlah botol berukuran 1,5 liter berisi Pertalite dijajakan di atas meja. Setiap botolnya dijual dengan harga Rp 25 ribu. Sementara harga Pertalite subsidi di SPBU normalnya hanya Rp 10 ribu per liter.
"Rp 25 ribu (satu botol ukuran 1,5 liter)," kata salah satu pedagang kepada NadiKabar yang berjualan di pinggir jalan, Minggu (13/9).
Dia mengaku mendapatkan Pertalite itu dari hasil mengantre di SPBU. Setelah terkumpul, Pertalite lalu dijual eceran kepada pengendara yang tidak mau antre di SPBU.
"Iya (Pertalite dijual kembali dari hasil mengantre di SPBU)," katanya.
Dia mengaku baru pertama kali berjualan pertama kali berjualan dan masih menunggu pengendara yang membeli. Dia juga enggan berkomentar saat ditanya soal larangan jual BBM eceran.
"Baru juga saya kasih keluar ini, belum ada laku," singkatnya sambil berlalu.
Tak jauh dari lokasi, seorang warga juga tampak berjualan bensin eceran jenis Pertalite di bengkelnya. Setiap botol isi 1 liter dijual dengan harga Rp 15 ribu.
"Rp 15 ribu pak satu botol," kata penjual yang ogah disebutkan namanya.
Dia mengaku harga tersebut lebih mahal dari biasanya dijual Rp 12 ribu per liter. Hal itu dilakukan karena permintaan yang tinggi dan sulitnya mendapat Pertalite.
"Kita capek ikut antre (di SPBU) juga, jadi mahal (dijual Kembali Pertalite)," singkatnya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyayangkan jika ada oknum warga yang memanfaatkan situasi untuk meraup cuan. Pertamina menegaskan warga dilarang melakukan pengisian berulang lalu dijual kembali.
"Pertamina Patra Niaga sangat menyayangkan apabila terdapat oknum yang memanfaatkan kondisi saat ini dengan melakukan pengisian BBM secara berulang untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi," kata Senior Supervisor Communication & Relations (Comrel) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo.
Okky menyebut tindakan tersebut dalam mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU. Pasalnya, oknum warga yang berulang kali antre hanya akan menambah panjang antrean.
"Tindakan tersebut dapat mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU serta mengurangi kesempatan masyarakat lain untuk memperoleh BBM sesuai kebutuhannya," jelasnya.
Pihaknya mengimbau agar warga membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Pertamina juga memastikan akan memperkuat pengawasan di SPBU untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.
"Pertamina juga terus memperkuat pengawasan di SPBU dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan atau transaksi yang tidak sesuai ketentuan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar penyaluran BBM dapat berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran," pungkasnya.