Otoritas London menyatakan bahwa torpedo kelas berat yang diuji tembak itu -- yang dikembangkan bersama oleh AS dan Australia -- diluncurkan dari drone bawah laut sepanjang 12 meter buatan Inggris yang diberi nama Excalibur.

Peneliti senior pada lembaga kajian RUSI, Sidharth Kaushal, menyebut perkembangan tersebut "patut dicatat".

"Penggunaan muatan mematikan menunjukkan bahwa sistem nirawak dapat memainkan peran yang melampaui sekadar pengintaian," ucapnya kepada AFP.