Saat ini, di Inggris, jumlah sekolah laki-laki turun drastis karena kebanyakan telah bertransformasi menjadi sekolah campuran. Dalam sebuah tinjauan oleh School Atlas, beberapa pendapat mengungkapkan bahwa ruang kelas akan lebih tenang dan lebih fokus di sekolah khusus laki-laki atau perempuan.

Alasan yang membuat beberapa pihak masih bertahan dengan hanya menerima siswa laki-laki adalah bahwa anak laki-laki berkembang lebih lambat dan perhatiannya mudah teralihkan di lingkungan sekolah campuran.

Selain itu, di sekolah khusus laki-laki, siswa dianggap dapat mempelajari bentuk nyata kepemimpinan. Beberapa sekolah juga memiliki program pastoral yang disebut dapat menangani kesehatan mental laki-laki dengan cara yang lebih terarah.

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.