NADIKABAR.COM — Ketegangan geopolitik yang berlangsung di Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz, terus memberikan tekanan terhadap pasar energi global. Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir tersebut menyebabkan harga minyak mentah dunia berfluktuasi dan berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebut kondisi geopolitik saat ini lebih kompleks dibandingkan konflik Rusia-Ukraina yang sebelumnya turut mengguncang pasar energi dunia. Dampak perang di Timur Tengah membuat harga minyak global masih bertahan tinggi tanpa indikasi penurunan yang berarti.
"Katanya hari ini harga dunia, BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).