Para sociopreneur binaan ini juga mencatatkan rata-rata omzet Rp270 juta per tahun.

"Capaian finansial yang positif ini menunjukkan bahwa solusi sosial yang digagas oleh para pemuda tidak hanya bersifat filantropis semata, melainkan memiliki model bisnis yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi di pasar," ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga 2025, inisiatif PFmuda telah merangkul 362 kelompok pemenang tersebar di 28 provinsi serta 227 kabupaten dan kota di Indonesia.

Jangkauan wilayah yang luas ini menunjukkan bahwa semangat inovasi sosial tumbuh subur tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan pembangunan kreatif.

Komitmen dalam melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan semakin diperkuat melalui pencapaian impresif pada 2025, yang mana PFmuda menjaring dan membina 110 kelompok pemenang sebagai Young Leaders.