NADIKABAR.COM β Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali Nusa Tenggara mencatat Festival Pertamina Energizing Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat total transaksi Rp4,2 miliar dari penjualan produk usaha mikro dan kecil (UMK) binaan serta official merchandise selama 9-11 Oktober 2026.
βAjang Pertamina Grand Prix bukan sekadar tontonan balap kelas dunia, tetapi juga momentum emas bagi UMK Indonesia untuk naik kelas. Melalui Festival Pertamina Energizing Indonesia di Mandalika, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pertamina memberikan multiplier effect secara langsung terhadap perekonomian masyarakat lokal di Lombok," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa malam
Dia menjelaskan, dari total transaksi tersebut, penjualan official merchandise mencapai sekitar Rp3,4 miliar, sedangkan bazar UMK menyumbang lebih dari Rp800 juta.
Dia mengatakan penjualan bazar UMK meningkat 207 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp260 juta.
Festival yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan 30 UMK binaan Pertamina untuk memasarkan produk unggulan mereka di area belakang tribun Grandstand A Sirkuit Mandalika.
Para peserta merupakan UMK binaan Pertamina di wilayah Lombok, termasuk penerima manfaat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok dan Integrated Terminal (IT) Ampenan.
Produk yang dipasarkan mencakup makanan dan minuman, kerajinan tangan, produk kecantikan dan perawatan diri, serta layanan refleksi melalui Reflexy Corner yang dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini.
Lokasi bazar yang strategis di kawasan sirkuit internasional tersebut menarik perhatian penonton balap, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara yang berkunjung selama perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Salah satu pelaku UMK binaan, Didik Wahyudi, pemilik KabaRBaik Coffee, mengatakan kesempatan berjualan di kawasan sirkuit memberikan pengalaman baru karena produknya dapat menjangkau konsumen dari berbagai negara.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Berjualan di dekat tribun Grandstand A Mandalika memberikan pengalaman luar biasa bagi kami, karena produk kami bisa dilihat dan dibeli oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Omzet yang kami dapatkan selama tiga hari ini jauh melampaui ekspektasi," katanya.
Dukungan serupa disampaikan Sudiman, local hero dari Mina Tenun, salah satu program CSR unggulan AFT Bandara Internasional Lombok. Ia mengatakan pendampingan Pertamina membantu perajin lokal mengembangkan produk sekaligus memperluas akses pemasaran.
Menurut dia, keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk tenun lokal kepada pasar yang lebih luas sekaligus mendorong perajin menjaga kualitas dan melestarikan warisan budaya.
Sementara itu, seorang pengunjung asal Inggris, Shelly, mengapresiasi keberagaman produk yang ditawarkan dalam festival tersebut. Ia menilai bazar memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk membeli produk lokal secara langsung dari pelaku usaha.
Pertamina Patra Niaga berharap keterlibatan UMK dalam ajang olahraga internasional tersebut dapat memperluas pasar produk lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan Mandalika.