NADIKABAR.COM β PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) mendukung kemandirian ekonomi perempuan penenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui program Galeri Mina Tenun.
Program ini mengintegrasikan penguatan ekonomi perempuan penenun, pengembangan produk tenun, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung akses air bersih bagi masyarakat.
βMelalui Galeri Mina Tenun, kami berupaya membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi perempuan penenun, sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi yang mengintegrasikan budaya dan energi terbarukan,β kata VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dian menambahkan, pihaknya ingin perempuan penenun memiliki peluang untuk meningkatkan penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi, sementara masyarakat juga dapat merasakan manfaat program dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui dukungan akses air bersih.
Program Mina Tenun berangkat dari tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Desa Sukarara di mana sebagian purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke kampung halaman menghadapi keterbatasan akses terhadap pekerjaan dan sumber penghasilan yang layak.
Di sisi lain, menenun yang menjadi salah satu mata pencaharian keluarga masih menghadapi persoalan nilai jual produk, keterbatasan modal, serta ketergantungan pada pengepul.