MoU ini sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan kedua perusahaan dalam mendukung peluang proyek migas di Irak, dengan mengedepankan sinergi kapabilitas, keunggulan teknologi, serta pengalaman operasional masing-masing pihak.

Bagi Pertamina Drilling, penguatan kerja sama ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnis non-captive, memperluas portofolio layanan, serta meningkatkan penetrasi pasar internasional.

Pertamina Drilling memiliki pengalaman dalam layanan pengeboran dan jasa sumur terintegrasi, sedangkan Halliburton merupakan perusahaan jasa migas global dengan portofolio teknologi dan layanan yang mencakup pengeboran, evaluasi formasi, penyelesaian sumur, hingga optimalisasi produksi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus mendukung peningkatan daya saing industri jasa migas nasional dalam proyek-proyek energi berskala internasional.