"Ini menunjukkan komitmen para tenan menjadi net zero industrial cluster dengan dukungan Jababeka Infrastruktur. Karena itu, Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenan dalam melakukan dekarbonisasi," ujarnya.
Pihaknya memastikan memberikan dukungan berupa penyelesaian masalah lingkungan seperti mengolah limbah menjadi energi serta pemanfaatan gas dari limbah menjadi hidrogen yang dapat digunakan di kawasan industri maupun sektor transportasi.
"Kami yakin dengan dukungan Jababeka Infrastruktur, komitmen para tenan ini dapat terwujud dan dapat mendorong pemerintah menyiapkan regulasi.sehingga tujuan itu bisa tercapai," katanya.
Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi menyebut penguatan kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan-perusahaan di kawasannya mengurangi emisi karbon, kawasan lebih bersih, hijau dan nyaman untuk bekerja, tinggal maupun beraktivitas.
Ia mengatakan perusahaan terus melakukan inovasi dan transformasi menuju nol emisi bersih salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 230 kWp di instalasi pengolahan air kawasan industri setempat, hasil kerja sama Pertamina NRE.
Sejak beroperasi pada 2023, panel tersebut telah menghasilkan listrik sebesar 858,21 MWh. Menurut data pengelola, jumlah itu setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 734 ton CO2e.
Penggunaan panel surya atap kini juga diikuti perusahaan lain di satu kawasan tersebut. Hingga September 2026, tercatat 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah melakukan instalasi dengan total kapasitas 14,5 MWp.