NADIKABAR.COM — Pertamina Patra Niaga mengerahkan kapal tanker yang membawa pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite sebanyak 18 ribu kiloliter khusus ke Bali untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi.

“Kami terus mengupayakan agar pasokan pertalite berikutnya dapat segera tiba dan mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi di Denpasar, Jumat.

Selain itu, ia menambahkan kapal tanker yang bertolak dari Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat tersebut juga membawa sebanyak 2.500 kiloliter pertamax.

Kapal tanker itu telah berlayar menuju Terminal BBM Integrasi (IT) Manggis di Kabupaten Karangasem dengan pengaturan kecepatan pelayaran yang optimal untuk mempercepat kedatangan pasokan.

Adapun kapal tanker tersebut saat ini berlayar di Laut Jawa yang dijadwalkan tiba di dermaga IT Manggis pada Minggu (11/10) dini hari.

Seiring dengan upaya optimalisasi suplai tersebut, kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali mulai berangsur kondusif.

“Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengoptimalkan langkah operasional untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat,” katanya.

Selama proses pengiriman berlangsung, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memantau kondisi stok dan mempersiapkan proses penerimaan pasokan di terminal agar penyaluran BBM dapat segera dilakukan setelah kapal tiba.

Sedangkan dari sisi operasional, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap kondisi suplai serta memastikan kesiapan stok dan pelayanan di SPBU.

Ia memastikan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait terus diperkuat untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM.

Sebelumnya, sejumlah SPBU di beberapa wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir mengalami antrean panjang khususnya untuk pembelian BBM subsidi.

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Apabila masyarakat menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, ia mengimbau menghubungi nomor pusat layanan 135.