Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, program itu turut mendorong pemanfaatan 42 ton limbah jerami dan 6 ton limbah kotoran ternak per tahun.
Dari sisi ekonomi, program itu memberikan tambahan pendapatan bagi anggota UKASEMA sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.
Sementara itu, di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang, program ONDE MANDE (Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development) mengoptimalkan potensi hutan dan sumber daya air.
Hal itu dilakukan melalui pendekatan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata alam.
Ia menjelaskan, salah satu inisiatif utama dalam program tersebut yakni pembangunan dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang digunakan untuk mendukung penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam.
Kehadiran fasilitas tersebut membantu meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam tersebut.
ONDE MANDE juga mendorong pengembangan usaha masyarakat melalui optimalisasi hutan produktif dan budidaya madu galo-galo yang dikelola secara berkelanjutan.