Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan BBM sekitar 20-30 persen pada jalur wisata dan jalur menuju sirkuit. Penambahan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan throughput harian dan perkembangan kebutuhan di masing-masing SPBU.
Dari sisi pasokan, sebanyak lima armada kapal disiapkan untuk mendukung suplai energi di wilayah NTB dengan total kapasitas sekitar 34.400 KL. Armada tersebut terdiri atas kapal tipe Small Tanker II berkapasitas 3.500-6.499 DWT.
"Dari sisi suplai dan distribusi, kami memastikan kesiapan armada dan pola suplai agar kebutuhan energi di wilayah NTB dapat terlayani dengan baik. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan sehingga pola distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan," ujarnya.
Pertamina juga memantau kondisi pelayanan di SPBU, termasuk antrean kendaraan, serta berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan antrean tetap tertib tanpa mengganggu akses maupun arus lalu lintas di sekitar SPBU.