NADIKABAR.COM — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat kapabilitas eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui pengaplikasian SeepsPro, inovasi teknologi geokimia berbasis analisis microseepage.

“Kami mengapresiasi kontribusi kolaboratif antara tim riset Pertamina (Persero) dan PHE yang berhasil mengembangkan solusi teknologi geokimia ini,” ujar ​Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

SeepsPro memungkinkan terdeteksinya rembesan mikro hidrokarbon di permukaan, sehingga mampu mengidentifikasi keberadaan potensi cekungan minyak dan gas bumi secara lebih akurat, cepat, dan ramah lingkungan.

Hermansyah menyebut SeepsPro sebagai wujud nyata transformasi teknologi di lingkup Subholding Upstream Pertamina dalam menjawab tantangan eksplorasi migas saat ini.

​“Ke depan, SeepsPro akan terus diintegrasikan secara masif di berbagai wilayah kerja operasional PHE guna mempercepat penemuan cadangan migas baru,” kata dia.

​Keunggulan teknologi SeepsPro dalam mengidentifikasi keberadaan potensi cekungan minyak dan gas bumi secara lebih akurat, cepat, dan ramah lingkungan ini mendapat pengakuan industri pada kategori Oil & Gas Innovation dalam ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta.

Forum bertema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth” tersebut mempertemukan lebih dari 1.500 pemangku kepentingan teknologi global, termasuk lebih dari 130 CEO teknologi global, peraih Nobel, 67 pusat riset, serta perwakilan dari lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN) dan perguruan tinggi.