Pada September 2026, perseroan merevitalisasi 57 perpustakaan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, mengenai dunia kemaritiman.
Ke depan, perusahaan berencana memperkuat kemampuan bisnis, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga kualitas layanan maritim.
“Dengan demikian, PTK dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung industri energi dan maritim nasional,” kata Amran.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan sebelumnya membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,4 triliun sepanjang 2025, dengan laba bersih mencapai Rp1,32 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan Rp1,07 triliun pada 2024.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diumumkan pada Juni 2026, pertumbuhan tersebut antara lain ditopang peningkatan pendapatan dari layanan maritim, jasa keagenan, serta pengembangan bisnis baru.