NADIKABAR.COM — Anak usaha PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), meraih empat penghargaan Marketeers Editor’s Choice Award (MECA) 2026 atas pengembangan layanan maritim, inovasi digital, pengelolaan pelabuhan, serta program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

“Empat penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja bersama seluruh Perwira PTK dalam menghadirkan layanan maritim yang andal, mengembangkan inovasi, dan menjalankan program keberlanjutan,” ujar Vice President Legal and Relation PTK Amran Reza dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Keempat penghargaan yang diberikan di Jakarta, Senin (12/10), tersebut meliputi kategori Marine Shared Service of the Year, B2B Digital Service Innovative, Innovative Port Management Solution of the Year, dan Environmental Community Development Program of the Year.

Untuk kategori Marine Shared Service of the Year, PTK memperoleh penghargaan melalui Integrated Marine Service atau layanan maritim terpadu yang mendukung pengoperasian Single Point Mooring (SPM), yakni fasilitas tambat kapal di laut untuk kegiatan bongkar muat minyak, yang dapat melayani kapal dengan kapasitas bobot mati hingga 320.000 ton.

Layanan tersebut mencakup kesiapan kapal, sistem tambat, personel, dan dukungan operasional maritim untuk menunjang distribusi minyak mentah serta produk hasil kilang guna menjaga kelancaran pasokan energi nasional.

Sementara itu, penghargaan B2B Digital Service Innovative diberikan atas pengembangan platform My Pertamina Marine Services yang memungkinkan pelanggan memesan jasa maritim dan memantau perkembangan pesanan secara langsung.

Perseroan juga memperoleh penghargaan Innovative Port Management Solution of the Year melalui aplikasi PRAISE, yakni sistem pemantauan terintegrasi untuk mendukung kegiatan operasional kapal, pelabuhan, serta berbagai layanan maritim lainnya, termasuk penanganan tumpahan minyak dan pemindahan muatan antarkapal.

Menurut perseroan, penerapan sistem tersebut membantu meningkatkan akurasi data, mempercepat pelaporan, mendukung efisiensi operasional, dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan.

Sebelumnya, PTK juga mengembangkan dua aplikasi digital, yakni Bunker Operation System (BOS) 3.0 dan Transportir Fuel Management and Reporting System (Transpormers), untuk meningkatkan akurasi pencatatan konsumsi serta pemantauan kegiatan pengisian bahan bakar kapal.

Lebih lanjut, Penghargaan Environmental Community Development Program of the Year diberikan atas pelaksanaan program pengembangan masyarakat yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, terutama di kawasan pesisir.

“Komitmen keberlanjutan PTK tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” kata Amran.

Ia menjelaskan program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian ekosistem di sekitar wilayah kegiatan perusahaan.

Pada September 2026, perseroan merevitalisasi 57 perpustakaan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, mengenai dunia kemaritiman.

Ke depan, perusahaan berencana memperkuat kemampuan bisnis, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga kualitas layanan maritim.

“Dengan demikian, PTK dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung industri energi dan maritim nasional,” kata Amran.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan sebelumnya membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,4 triliun sepanjang 2025, dengan laba bersih mencapai Rp1,32 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan Rp1,07 triliun pada 2024.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diumumkan pada Juni 2026, pertumbuhan tersebut antara lain ditopang peningkatan pendapatan dari layanan maritim, jasa keagenan, serta pengembangan bisnis baru.