Menurut Xinhua, Xi berharap Amerika Serikat tetap menentang "kemerdekaan Taiwan" dan menangani persoalan Taiwan dengan "hati-hati."

Xi juga disebut mengatakan kepada Trump bahwa posisi China dalam menjaga persatuan nasional dan integritas teritorialnya "sangat jelas."

AS memiliki posisi yang kompleks terkait Taiwan. Di satu sisi, Washington menjadi penjamin keamanan terpenting bagi pulau tersebut. Namun, AS tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan dan tidak mengakuinya sebagai negara merdeka, sejalan dengan kebijakan "satu China" yang menjadi dasar hubungan diplomatik Beijing dengan negara-negara mitranya.

Dalam pertemuan itu, Xi juga dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa China akan mendukung upaya AS dan Iran untuk kembali ke meja perundingan "sesegera mungkin," setelah konfrontasi angkatan laut di Teluk Persia berlangsung jauh melampaui tenggat enam bulan.

Ratusan demonstran berkumpul di pusat kota Washington, dekat Gedung Putih, untuk memprotes kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat.

Mereka menyuarakan sejumlah isu, mulai dari tuntutan kebebasan beragama dan otonomi di Tibet, Hong Kong, dan Xinjiang, hingga desakan agar China tidak mencampuri urusan Taiwan.

Massa berkumpul di Lafayette Park, sebelah utara Gedung Putih, sementara kelompok lainnya menggelar aksi di luar Kedutaan Besar China. Di Washington, aksi yang mendukung kunjungan Xi juga digelar.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris