"Mungkin kalau buat Allah kan enggak ada yang enggak mungkin, tapi kita enggak yang ngoyo, 'Ya Allah, aku minta hamil lagi' enggak. Maksudnya kita sudah berusaha sabar ngejalanin saja bertiga ya sama suami, sama anak," tuturnya.

"Kalau misal Allah kasih amanah, ya itu mah bagaimana yang punya hidup kita saja," lanjut Sinyorita.

Program bayi tabung yang dijalaninya kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, Sinyorita juga menjalani IVF pada 2021 dengan metode embryo transfer langsung.

"Jadi kalau waktu itu bedanya bayi tabungnya kan embryo transfer-nya langsung. Kalau ini pakai yang metode freezing dulu, jadi embrionya di-freezing dulu," jelasnya.

Meski kehamilan tersebut berakhir dalam waktu relatif singkat, Sinyorita tetap bersyukur sempat diberi kesempatan mengandung calon anak keduanya.

"Kemarin sih alhamdulillah sudah sempat hamil gitu. Meskipun kadang kayak masih bertanya-tanya, 'Hah, kok bisa secepat itu ya?'. Tapi kan suami juga bilang, ya sudah memang rezekinya dikasih mengandung untuk calon anak yang kedua ini ya enam mau ke tujuh minggu itu," katanya.