NADIKABAR.COM β€” Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, merealisasikan pengadaan setara beras sebanyak 72.383.537 kilogram atau 100,1 persen dari target 2026 sebanyak 72.312.501 kilogram.

β€œRealisasi tersebut melampaui target sebanyak 71.036 kilogram berkat dukungan berbagai pihak dalam penyerapan hasil panen petani,” kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Ia mengatakan sinergi Bulog dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), penyuluh pertanian dan petani berperan dalam mendukung kelancaran pengadaan gabah dan beras.

Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat penyerapan hasil panen, menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, serta meningkatkan cadangan pangan pemerintah.

"Kami terus menjalankan peran dalam penyerapan hasil panen petani guna mendukung stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah," kata Prawoko.

Sementara dalam siaran pers Kantor Pusat Perum Bulog yang diterima di Purwokerto, Jumat (9/10) siang, disebutkan realisasi pengadaan beras untuk penugasan Public Service Obligation (PSO) secara nasional hingga 8 Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog berdiri, melampaui pengadaan pada 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Sebelumnya, capaian tertinggi tercatat pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras insan Bulog serta dukungan berbagai pihak dalam menyerap hasil produksi petani dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, mitra kerja, dan seluruh pihak yang mendukung pengadaan beras nasional.

Menurut dia, pengadaan yang kuat di tingkat hulu menjadi fondasi untuk menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah.

β€œBulog berkomitmen melanjutkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026 melalui penguatan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan sarana penyimpanan, dan percepatan pengadaan saat panen guna mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Ahmad Rizal.