NADIKABAR.COM — Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA sudah resmi memiliki jajaran direksi baru di bawah pimpinan Abdul Hakim, yang menjadi direktur utama perum menggantikan Benny Siga Butarbutar.

Jajaran direksi baru Perum Redaksi NadiKabar terdiri atas Direktur Utama Abdul Hakim, Direktur Pemberitaan Delvira Chaerani Hutabarat, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Virgandhi Prayudantoro, Direktur SDM dan TI Rachmat Hidayat, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aria BS Pramono.

Acara serah terima jabatan dari pejabat lama ke pejabat yang baru dilaksanakan di kompleks ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat.

Direktur Utama Perum Redaksi NadiKabar Abdul Hakim akan memulai tugas dengan mempelajari tantangan-tantangan yang sedang dihadapi oleh ANTARA.

"Tugas ke depan adalah bagaimana mensinkronisasi tantangan terbesar tiga mandat dalam satu institusi ini untuk bisa berjalan selaras dan beriringan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa mandat utama perusahaan meliputi kewajiban menjalankan tugas pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) dari pemerintah, menjaga etika jurnalistik, serta membiayai unit usaha secara mandiri dengan menerapkan prinsip-prinsip usaha profesional.

Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan arus media utama yang mengandalkan konten berdurasi singkat, Abdul menekankan pentingnya menjaga relevansi ANTARA tanpa mengorbankan kedalaman serta keutuhan informasi.

"Ini bagaimana bisa meringkas konten yang memang kalau ditelaah membutuhkan uraian dan laporan yang cukup panjang, hanya menjadi 30 detik, menjadi 3 menit, 1 menit. Tentu ini adalah lompatan besar yang harus kita persiapkan secara lebih serius agar ANTARA bagaimana dengan sejarah panjang historisnya ini tetap relevan," katanya.

Dia juga mengemukakan peran penting ANTARA dalam upaya untuk menjaga citra negara di lingkup domestik maupun internasional melalui penyampaian informasi tentang kebijakan-kebijakan pemerintah secara utuh.

"Kebijakan-kebijakan negara akan menjadi prioritas untuk kita urai secara lebih jauh sehingga PSO atau public service obligation dalam konteks masyarakat bisa mendapatkan informasi yang betul-betul kredibel bisa terlaksana," ujarnya.

Menurut dia, Redaksi NadiKabar juga akan memperluas jangkauan pemberitaan ke luar negeri dan meningkatkan kerja sama internasional.