Menurut Nixon, penguatan konektivitas kawasan tidak terlepas dari kolaborasi lintas pihak dalam memastikan integrasi antara kawasan hunian dan transportasi publik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi dengan KAI, KAI Commuter, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan integrasi kawasan dan transportasi publik. Perumnas akan terus mendorong pengembangan Stasiun Rawa Buntu dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna KRL,” tambah Nixon.

Pada pelaksanaan uji coba tersebut, Train Services Facilities and Customer Care Vice President PT Kereta Commuter Indonesia, Adli Hakim Nasution, menyampaikan bahwa pembukaan akses di Rawa Buntu melanjutkan kolaborasi pengembangan kawasan Transit Oriented Development bersama Perumnas.

“Ini merupakan proyek TOD yang ketiga bersama Perumnas. Sebelumnya pada 2025 di Tanjung Barat, kemudian pada 2026 ada Pondok Cina dan Rawa Buntu yang sudah dibuka untuk area TOD. Semoga dengan pembukaan ini dapat menambah kemudahan bagi masyarakat secara umum, khususnya para penghuni, pengguna transportasi publik, serta tenant yang berada di kawasan,” ujar Adli.

Menurut Adli, pelaksanaan uji coba menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas penerapan akses serta kebutuhan operasional di lapangan. Setelah uji coba, evaluasi akan dilakukan bersama sebagai dasar untuk melihat kebutuhan penyesuaian maupun penambahan tapping gate sesuai dengan kondisi operasional.