Cok Istri bangkit saat menghadapi Hafezan. Tampil efektif, ia menutup pertandingan dengan kemenangan 7-3 sekaligus mengunci medali perunggu.
Sejak awal, atlet berusia 31 tahun itu memang enggan terbebani oleh tekanan.
Pengalaman bertahun-tahun sebagai karateka membuatnya paham bahwa beban kadang justru membuat seorang atlet kehilangan kebebasan ketika bertanding.
Karena itu, untuk Asian Games terakhirnya, Cok Istri memilih datang dengan pendekatan berbeda.
βBermain nothing to lose saja. Yang pasti tekadku ngasih yang terbaik karena ini Asian Games terakhir,β katanya.