Seperti perusahaan besar lainnya, ByteDance memiliki taruhan yang besar pada AI, dan oleh karena itu perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk meningkatkan pengeluarannya hingga 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1,2 kuadriliun) untuk pusat data dan infrastruktur AI, yang lebih dari dua kali lipat total tahun lalu.

Perusahaan ini bahkan telah mengamankan pinjaman sebesar 30 miliar dolar AS (Rp540 triliun) pada bulan September untuk mendanai pertumbuhan AI-nya. Pengeluaran tersebut mungkin mencapai 100 miliar dolar AS (Rp1,8 kuadriliun) pada 2027.

Kesepakatan ini juga akan berarti kemenangan besar bagi MediaTek sebagai salah satu raksasa chip Taiwan dan dorongan besar bagi upayanya untuk melakukan diversifikasi dari prosesor seluler dan bersaing dengan Qualcomm dan Broadcom di pusat data.

MediaTek memperkirakan penjualan chip AI-nya akan mencapai sekitar 2 miliar dolar AS (sekitar Rp36,1 triliun) tahun ini, dan menargetkan 15 persen dari pasar senilai 80 miliar dolar AS (Rp1,4 kuadriliun) tahun depan.

Penerjemah: Livia Kristianti