Lebih dari 10 orang dan lima kendaraan dari Mobicom memasuki cagar alam itu pada 8 Oktober, termasuk sejumlah warga negara Jepang. Menurut laporan media Mongolia, salah satu kendaraan terbakar dan memicu kebakaran hutan.
KDDI mengatakan para eksekutif Mobicom telah memasuki kawasan lindung dengan kendaraan untuk melakukan uji coba jaringan komunikasi 4G mereka dan telah memperoleh izin resmi untuk memasuki area tersebut. Perusahaan itu belum mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang bagaimana kebakaran tersebut dimulai.
Namun, sejumlah outlet media Mongolia mempertanyakan apakah kelompok itu memiliki tujuan lain untuk memasuki cagar alam tersebut, termasuk kemungkinan berburu atau menangkap spesies ikan yang terancam punah. Pejabat pemerintah berjanji akan menuntut pertanggungjawaban hukum dan meminta kompensasi atas kerusakan itu, menurut laporan media.