"Kami melihat peluang kolaborasi yang sangat besar untuk menghadirkan teknologi ini di Indonesia," ujar Kristine dalam salah satu sesi Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta pada Rabu (28/10). Kristine mengungkapkan empat pilar kemitraan untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia, yakni transfer teknologi, kolaborasi riset dan pendidikan, pengembangan penerapan robot di dunia nyata, serta penguatan operasional lokal. Melalui transfer teknologi, perusahaan tersebut berencana menghadirkan robot dengan model kecerdasan berwujud yang memungkinkan robot memahami perintah manusia, merespons kondisi lingkungan, dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Robot itu juga akan dibekali kemampuan khusus untuk menjalankan berbagai tugas sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

Untuk mendukung penerapan tersebut, AI² Robotics menilai kemitraan lokal diperlukan guna membantu pemeliharaan robot, menyediakan layanan pendukung, serta mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar setempat. "Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Indonesia dan berharap dapat menghadirkan robot serbaguna ini di Indonesia serta mewujudkan hasil kolaborasi yang produktif dan bermanfaat," ujar Kristine. Selesai