NADIKABAR.COM — Sejumlah perwakilan buruh yang menggelar aksi demonstrasi menemui Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman hari ini. Mereka menyampaikan poin-poin tuntutan demo ke Istana.

Pertemuan perwakilan buruh dan Dudung digelar di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (24/9/2026). Setidaknya 15 perwakilan buruh yang datang menyampaikan tuntutan.

"Kami merasa perlu melakukan aksi di Jakarta karena ada beberapa poin-poin krusial yang memang belum diakomodir oleh pihak DPR maupun pihak pemerintah, sehingga kami perlu untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Karena memang itu terjadi problem-problem yang sangat buruk yang itu sudah berjalan puluhan tahun," kata Koordinator Aksi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, Sunarno, usai audiensi.

Sunarno mengatakan aksi yang dilakukan menjadi bentuk sikap kelompok buruh terhadap urgensi Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan. Menurutnya, UU tersebut harus dipastikan berpihak pada kaum buruh.

"Aksi ini penting sebagai peneguhan sikap kami dari serikat buruh-serikat buruh. Agar apa, Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang sedang dibahas ini benar-benar berpihak kepada kaum buruh yang saat ini sedang berjuang, saat ini sedang bekerja," katanya.

Lebih lanjut, dia membeberkan rencana aksi buruh lanjutan pada 5-7 Oktober mendatang. Dia membocorkan akan ada pengesahan bakal beleid pada tanggal tersebut oleh DPR RI.

"Juga tanggal 5, 6, 7 Oktober di gedung DPR juga. Karena kami juga mendapatkan informasi bahwa akan ada pengesahan kira-kira di tanggal itu. Di awal Oktober," kata Sunarno.