NADIKABAR.COM — Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia menjalankan fungsi diplomasi dengan menjelaskan dan menyosialisasikan berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui pernyataan komprehensif yang mendapat perhatian dan menjadi bahan pemberitaan sejumlah media arus utama di Malaysia.

Dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memaparkan langkah-langkah strategis dan upaya penanggulangan karhutla yang dilakukan secara terpadu oleh pemerintah Indonesia di enam provinsi prioritas, berdasarkan data per Selasa, 6 Oktober 2026.

KBRI Kuala Lumpur menyampaikan keprihatinan mendalam dan empati kepada pemerintah serta masyarakat Malaysia atas dampak karhutla, khususnya penurunan kualitas udara dan kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Malaysia.

Dalam kaitan tersebut, KBRI menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sepenuhnya menyadari pentingnya kualitas udara yang bersih bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh instansi terkait terus bekerja di lapangan untuk menanggulangi dan memadamkan titik-titik api secepat mungkin guna meminimalkan dampak kabut asap lintas batas.

KBRI juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya penanggulangan, termasuk pemantauan secara waktu nyata (real-time) dan respons pemadaman terpadu.

Berdasarkan pemantauan selama 24 jam melalui sistem SiPongi, yang mengintegrasikan data dari tiga sistem satelit utama, yakni Terra/Aqua, NOAA-20, dan Suomi NPP (SNPP), terdeteksi 555 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sebaran titik panas tersebut meliputi Kalimantan Tengah sebanyak 336 titik, Sumatera Selatan 142 titik, Kalimantan Barat 48 titik, Kalimantan Selatan 28 titik, dan Jambi satu titik.

Pemantauan tersebut juga mengidentifikasi 193 titik api aktif dengan total target area pemadaman sekitar 748,04 hektare.