"Kan Etam kalau di pertandingan ada tengilnya, tapi kalau setelah pertandingan dia kan hampir semua tiap pertandingan dia ke bench lawan kan dia suka nyamperin ke pelatih. Itu yang saya harapkan itu, di lapangan boleh emosi, tengil ya fight lah, tapi kalau udah udah selesai kita tetep saudara, kan cuma 90 menit aja," ujarnya.
Sebagai orang tua, Budi juga sudah terbiasa melihat Beckham menerima hujatan di media sosial. Alih-alih meminta anaknya membalas komentar tersebut, Budi justru meminta Beckham menjadikannya sebagai bahan bakar untuk tampil lebih baik.
"Kalau saya mah ke Etam suka ngomong jadikan motivasi aja. Jangan dilawan lagi, dibales-bales, ya udah. Karena kan kalau saya lihat Etam juga jarang nutup komen ya. Dia selalu terbuka karena dia ke saya juga ngomong jadikan motivasi aja," ucapnya.
Budi mengakui justru dirinya yang terkadang ikut terpancing melihat hujatan terhadap Beckham. Namun, sikap Beckham yang tetap santai membuatnya ikut tenang.
"Justru yang suka marah itu saya, tapi karena Etamnya juga nggak apa-apa kan jadi saya saya juga enjoy enjoy aja," kata Budi.
Beckham pun disebut kerap berbicara dengan sang ayah mengenai berbagai komentar yang diterimanya di media sosial. Bagi Budi, hal tersebut sudah menjadi bagian dari perjalanan Beckham sebagai pesepak bola profesional.