NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) jajaran pejabat utama baru (PJU) dan sejumlah Kapolda malam ini. Pelantikan digelar tertutup di Rupattama, Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, agenda malam ini mencakup serah terima jabatan, pelantikan, serta korps raport kenaikan pangkat bagi sejumlah perwira tinggi (pati).

"Malam ini telah selesai rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, disertai dengan korp raport untuk kenaikan pangkat pati," kata Trunoyudo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).

Trunoyudo merinci ada sebanyak 27 jabatan yang diserahterimakan dan dilantik oleh Kapolri, mulai dari pejabat utama setingkat Mabes Polri hingga posisi pimpinan kepolisian daerah.

"Ada 27 pejabat utama dan Kapolda. Terdiri dari mulai Kabaintelkam Polri, kemudian Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, kemudian Kalemdiklat Polri, kemudian beberapa lagi dari Kapolda," tutur Trunoyudo.

Bersamaan dengan pelantikan PJU dan Kapolda, sebanyak 23 perwira tinggi turut melaksanakan korps raport kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

"Kemudian teman-teman media, ini juga diikuti dengan korps raport ada 23 perwira tinggi," imbuh Trunoyudo.

Mereka terdiri atas 7 Pati berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen), 14 Pati berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen), dan 2 Pati berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen).

Trunoyudo menjelaskan bahwa rotasi dan kenaikan pangkat ini merupakan tindak lanjut dari mutasi besar-besaran yang diterbitkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

"Tentu rangkaian serah terima ini merupakan rangkaian dari surat telegram nomor 2205, ini sebanyak 88 personel. Dan saat ini yang diserahterimakan tadi adalah merupakan PJU dan para Kapolda jajaran," ujarnya.

Trunoyudo menyampaikan, Kapolri turut menyampaikan pesan kepada jajaran pejabat yang baru saja dilantik. Jenderal Suyudi meminta para pejabat baru langsung bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan tugasnya masing-masing.

"Dalam hal ini mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian daripada dinamika organisasi, tadi saya sudah sampaikan, ya. Di mana ini merupakan kebutuhan organisasi sekaligus bagian dari pembinaan karier dan penyegaran," kata Trunoyudo.

"Dan tentu ini juga merupakan amanah baru yang harus dijaga untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab," tambahnya.

Kapolri, kata Trunoyudo, juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan keberlanjutan program kerja. Semuanya demi optimalisasi pelayanan bagi masyarakat.

"Dan tentunya Bapak Kapolri berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat," ucap Trunoyudo.

Di sisi lain, Trunoyudo mengungkapkan masih ada sejumlah jabatan yang belum dilakukan pelantikan dan sertijab. Diantaranya posisi Irwasum Polri hingga Kapolda Metro Jaya.

"Iya, Bapak Kapolda Metro sedang umrah. Sedang umrah beliau, tentu nanti akan dilakukan oleh Bapak Kapolri," pungkasnya.