NADIKABAR.COM — CEO Aprilia, Massimo Rivola memberikan pesan menohok kepada tim-tim MotoGP soal kontroversi MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, akhir pekan ini.
Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah membuat sejumlah tim dan pembalap MotoGP ragu membalap dalam MotoGP Qatar 2026.
Sejauh ini tim pabrikan Yamaha beserta dua pembalapnya: Fabio Quartararo dan Alex Rins menolak terbang ke Qatar karena alasan keamanan.
Tidak hanya itu, sejumlah pembalap juga dilaporkan keberatan balapan. Akan tetapi Aprilia tidak mempersoalkan situasi di Timur Tengah.
Massimo Rivola menolak berdebat soal kontroversi MotoGP Qatar saat berbincang dengan media Spanyol, AS.
"Jika penyelenggara mengatakan kondisinya aman, maka kita harus berangkat. Diskusi ini sama sekali tidak ada gunanya. Sejujurnya, saya tidak mengerti mengapa harus ada keributan seperti ini," ujar Rivola dikutip dari Motorcyclesports.
Rivola menuturkan semua pihak di lingkungan MotoGP wajib menghormati keputusan promotor balapan, yakni Dorna Sports. Dorna sendiri memberikan garansi keamanan dalam penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026.
"Jika mereka mengatakan kita harus berangkat, maka kita berangkat," tutur Rivola.
Di mata Rivola, kewajiban menaati peraturan Dorna tidak saja berlaku bagi pembalap, namun juga mekanik, engineer, jurnalis, hingga staf pendukung.
"Ya, saya ingin berangkat. Jika Anda tidak ingin melakukan pekerjaan ini, tetaplah di rumah," kata Rivola.
"Anda sebagai jurnalis, saya sebagai manajer, para engineer, semuanya. Jika penyelenggara, yang memiliki seluruh informasi dan dokumentasi, mengatakan 'ayo berangkat', maka kita berangkat. Titik."