“Dulu, kakek saya Pak Margono itu lahir dari keluarga yang sangat miskin. Sangat miskin. Karena ya, katanya ningrat, tetapi ningrat yang miskin. Karena dulu ikut Pangeran Diponegoro melawan Belanda,” kata Presiden Prabowo.
Walaupun demikian, Presiden melanjutkan, orang tua Margono saat itu punya firasat.
“Orang tua Pak Margono punya insting, punya firasat. Pak Margono itu anak kedua. Begitu Pak Margono lahir, bapaknya itu merasa: Oh anak inilah yang akan membawa keluarga kita keluar dari kemiskinan. Jadi, dikasih nama Margono. Margo Ono. Ada jalan. Jadi, saya tiap kali kesulitan, saya ingat Margo Ono. Ada jalan,” ujar Prabowo.