Dari pantauan tersebut, sejumlah pesawat yang sebelumnya berada di sekitar jalur penerbangan menuju Jakarta terlihat mengubah arah dan menjauh dari kawasan Selat Sunda. Pergerakan pesawat juga terlihat menghindari area sekitar Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Kondisi ini terjadi ketika abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi menyebar di sejumlah wilayah. Erupsi Gunung Anak Krakatau diketahui menghasilkan dua sebaran abu dengan arah berbeda.
Salah satu kolom abu mencapai sekitar 20.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut, sementara sebaran lainnya mencapai hingga sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke barat serta barat laut, meliputi sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan dan perairan Samudra Hindia di sebelah barat Sumatera.