NADIKABAR.COM — Pesawat Amman Air dengan nomor registrasi PK-WNU tergelincir saat mendarat di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, diduga karena angin kencang. Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Pada saat melakukan pendaratan, pesawat mengalami kendala akibat kondisi angin yang cukup kencang sehingga keluar dari jalur runway dan tergelincir ke sisi kanan," kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono kepada wartawan, Selasa (15/9/2036).
Dia mengatakan personel gabungan langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan pesawat tergelincir. Selain membantu proses evakuasi, aparat gabungan juga memastikan keamanan di sekitar lokasi.
"Setelah menerima laporan dari Pos KP2 Bandara Mulia terkait kejadian tersebut, personel Polsek Mulia bersama personel piket fungsi Polres Puncak Jaya langsung mendatangi lokasi kejadian di area runway," katanya.
Yudha mengungkapkan tidak ada korban jiwa dan luka akibat kecelakaan tersebut. Namun pesawat mengalami kerusakan dan hingga saat ini masih berada di area Bandara Mulia.
"Untuk korban jiwa tidak ada. Pesawat mengalami kerusakan dan saat ini masih berada di Bandara Mulia. Lokasi telah kami amankan bersama personel TNI-Polri guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif," bebernya.
Satuan Reskrim Polres Puncak Jaya juga telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan itu masih didalami.
"Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara jelas kronologi maupun faktor penyebab terjadinya insiden tersebut," imbuhnya.
Diketahui, insiden itu terjadi di Runway UPBY Bandara Mulia, Distrik Mulia, Puncak Jaya, pada Selasa (15/9) sekitar pukul 11.22 WIT. Pesawat tersebut sedang mengangkut 3.700 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Telah terjadi insiden pesawat Amman Air dengan registrasi PK-WNU yang membawa BBM subsidi jenis Solar di Runway UPBU Bandara Mulia. Pesawat tersebut mengangkut 3.700 liter," kata Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (15/9).
Pesawat yang dipiloti oleh Capt Siram Manoharan itu diketahui menjalani rute penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika. Namun, posisi pesawat melenceng ke arah kanan saat roda menyentuh landasan pacu (touch down).
"Setelah itu pilot keluar dari pesawat, kemudian team gabungan bersama 1 unit mobil pemadam bandara dan 1 unit damkar Pemkab Puncak Jaya tiba di TKP melakukan pengamanan di sekitar TKP," bebernya.